Bugis di Singapura dan Malaysia

August 31, 2009

Cerita tentang Sebuah Perang antara Dua Raja Bugis Muda atas Putri” berasal dari Sulawesi Selatan (Selebes), Bugis mulai bermigrasi ke Semenanjung Malaya pada akhir abad ke-17, kalah dari perang saudara dan kehilangan jaringan perdagangan rempah-rempah mereka karena pendudukan Belanda. Di Semenanjung Malaya, Bugis menjadi kekuatan politik besar, bahkan pendiri dinasti politik mereka sendiri di wilayah yang kini negara bagian Selangor. Naskah Bugis ini adalah salah satu dari sepuluh karya yang bisa dibeli di Singapura saat datangnya Wilkes Ekspedisi pada tahun 1842. Ditulis dalam bahasa Bugis yang diturunkan dari sebuah teks indie, naskah langka ini merupakan contoh penting dari kesusastraan Bugis diaspora di abad kesembilan belas.

0050

Telah lama dikenal dalam sejarah, terutama yang ditangkap oleh imajinasi Barat modern melalui penulisan Joseph Conrad dan Somerset Maugham bahwa Tanah Melayu adalah persimpangan jalan perdagangan. Titik kemakmuran kerajaan-kerajaan awal Indonesia dan Malaysia itu sebagian besar tergantung akan perdagangan terutama rempah-rempah yang memikat pedagang Eropa. Mereka khusus datang untuk berdagang dan tinggal sebagai penjajah.

Agama-agama dari India berperan penting dalam sejarah awal baik di kepulauan maupun daratan Asia Tenggara. Kerajaan seperti Sriwijaya (abad tujuh hingga empat belas abad) dan Majapahit (abad ketiga belas hingga keenam belas) tumbuh dengan keyakinan Hindu dan Budha yang berbaur dalam adat tradisi keagamaan masyarakat. Islam menguasai penguasa Malaka, lain kerajaan-kerajaan ini, di abad kelima belas. Selanjutnya, Malaka berperan penting mendorong penyebaran Islam ke seluruh wilayah. Salah satu yang paling penting rekaman dokumen awal sejarah ini adalah Sejarah Melayu (Malay Annals), dirancang di negara bagian Johor pada tahun 1612 dan ditulis ulang pada awal abad kesembilan belas. Manuskrip Sejarah Melayu ternyata hanya ada dalam bentuk tulisan yang dibuat 1840, yang ketika itu dicetak di Singapura oleh seorang misionaris Amerika, Alfred North. Dua edisi versi Misi Pers ini dapat ditemukan dalam Divisi Asia koleksi buku langka. Ditulis dalam Jawi (Melayu dalam tulisan Arab), manuskrip ini menjadi bagian dari Divisi Asia unik malay koleksi naskah dan buku-buku yang dicetak awal.

Mengenali Warisan Nenek Moyang

August 31, 2009

kutipan tulisan Edi Sedyawati, “Budaya bagi B angsa”, Kompas, Senin, 31 Agustus 2009

… [S]ejarah, peninggalan sejarah, budaya, dan lingkungan. Kelompok ini dengan aneka urusan, terutama:

a) penelitian (sejarah dan arkeologi)

b) perlindungan, konservasi, dan restorasil;

c) permuseuman; dan

d) registrasi terpadu.

Hello world!

August 31, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.